Cinky Priyanto Calon Ketua Umum HIPMI Pangandaran: Jatuh Bangun Membangun Usaha dari Daerah

Cinky Priyanto Calon Ketua Umum HIPMI Pangandaran: Jatuh Bangun Membangun Usaha dari Daerah

Cinky Priyanto Calon Ketua Umum HIPMI Pangandaran – Memulai usaha dari daerah sering kali dianggap sebagai langkah berani—dan memang benar. Namun, di balik keberanian itu ada banyak cerita yang jarang terdengar.

Sebagai seseorang yang membangun usaha teknologi dari Pangandaran, saya tahu betul rasanya bergerak di tengah keterbatasan.
Sumber daya terbatas, pasar digital yang belum matang, dan ekosistem usaha yang masih dalam tahap bertumbuh adalah tantangan yang selalu nyata.

Bagi sebagian orang, membangun bisnis dari daerah terdengar sederhana.
Namun, kenyataannya lebih banyak waktu dihabiskan untuk bertahan daripada untuk bercerita tentang keberhasilan.

Tidak Semua Kegagalan Datang dari Kurangnya Keseriusan

Banyak orang berpikir bahwa kegagalan usaha terjadi karena pemiliknya kurang serius atau manajemennya lemah.
Tetapi kenyataan di lapangan sering berbeda, terutama ketika kita memulai dari daerah.

Banyak kegagalan muncul karena:

  • Minimnya dukungan sistem dan fasilitas saat dibutuhkan,
  • Kurangnya referensi lokal yang relevan,
  • Tidak adanya mentor atau komunitas yang bisa memberi arahan,
  • Semua hal harus dipegang sendiri: mulai dari teknis, keuangan, hingga strategi bisnis.

Saya pun pernah berada di posisi itu.
Bertahan bukan karena saya memiliki semua jawaban, tapi karena saya terus belajar dan perlahan membangun tim yang mau tumbuh bersama, meski jalannya tidak selalu jelas.

Sendirian Itu Melelahkan

Saya masih ingat masa-masa harus turun ke lapangan sendiri, menyiapkan penawaran hingga larut malam, dan tetap menjaga hubungan dengan klien walau kondisi internal perusahaan sedang berat.

Di tahap awal, tidak ada peran yang bisa dibagi—semuanya harus dipegang.
Dan saya yakin, banyak pengusaha muda anggota HIPMI yang merasakan hal yang sama.

Namun, cerita-cerita seperti ini jarang dibicarakan.
Kita cenderung hanya merayakan kesuksesan, bukan proses panjang yang penuh perjuangan.
Padahal, di sinilah HIPMI seharusnya hadir dan memberi nilai tambah bagi anggotanya.

HIPMI Bisa Jadi Ruang Belajar, Bertahan, dan Bertumbuh

Bagi saya, HIPMI BPC Pangandaran bisa lebih dari sekadar tempat eksistensi.
Organisasi ini bisa menjadi ruang aman bagi anggota untuk belajar dan saling menguatkan.

HIPMI bisa menjadi tempat di mana anggota:

  • Belajar dari pengalaman nyata, bukan hanya teori,
  • Bisa bertanya tanpa takut dinilai belum siap,
  • Terhubung dengan rekan lintas sektor yang membuka peluang kolaborasi,
  • Menemukan dukungan yang membuat perjalanan usaha terasa lebih ringan.

Jika ruang seperti ini tersedia, lebih banyak usaha di daerah yang bisa bertahan.
Bukan karena mereka langsung menjadi besar, tapi karena mereka tidak lagi merasa berjalan sendirian.

Baca juga: Membawa Disiplin Akademik dan Mental Pembelajar ke Kepemimpinan HIPMI

Menghadirkan Ruang Adalah Langkah Awal Solusi

Sebagai Cinky Priyanto Calon Ketua Umum HIPMI Pangandaran, saya tidak datang dengan solusi instan yang terdengar bombastis.
Namun, saya percaya menghadirkan ruang yang aman, suportif, dan relevan adalah langkah awal yang paling nyata.

Dari ruang itulah kolaborasi bisa tumbuh secara alami:

  • Pertumbuhan bisa dirancang dari saling bantu,
  • Rasa percaya bisa hadir dari saling terbuka,
  • Dan ketahanan usaha dibangun bukan dari sorotan panggung, tapi dari proses bersama yang nyata.

Bertumbuh dari Daerah, Bersama-Sama

Bagi saya, HIPMI harus menjadi organisasi yang bukan hanya merayakan sukses, tapi juga mendampingi proses. Tempat di mana anggota muda yang sedang bingung tetap merasa punya pegangan, dan anggota yang sudah stabil bisa jadi support bagi yang lainnya.

Inilah semangat yang saya bawa sebagai Cinky Priyanto Calon Ketua Umum HIPMI BPC Pangandaran:

  • Kita tidak harus menjadi yang paling besar,
  • Tapi kita bisa menjadi yang paling siap saling bantu,
  • Dan dari sanalah ketahanan organisasi yang sesungguhnya bisa dibangun.

Karena kekuatan HIPMI tidak hanya datang dari panggung yang ramai, tapi dari ruang yang saling menguatkan.

Cinky Priyanto

Cinky Priyanto

Tech enthusiast dengan fokus pada solusi bisnis berbasis teknologi dan gaya kepemimpinan kolaboratif.

Lihat Profil Lengkap →

Cinky Priyanto Calon Ketua Umum HIPMI Pangandaran: Jatuh Bangun Membangun Usaha dari Daerah

Cinky Priyanto Calon Ketua Umum HIPMI Pangandaran – Memulai usaha dari daerah sering kali dianggap sebagai langkah berani—dan memang benar. Namun, di balik keberanian itu ada banyak cerita yang jarang terdengar.

Sebagai seseorang yang membangun usaha teknologi dari Pangandaran, saya tahu betul rasanya bergerak di tengah keterbatasan.
Sumber daya terbatas, pasar digital yang belum matang, dan ekosistem usaha yang masih dalam tahap bertumbuh adalah tantangan yang selalu nyata.

Bagi sebagian orang, membangun bisnis dari daerah terdengar sederhana.
Namun, kenyataannya lebih banyak waktu dihabiskan untuk bertahan daripada untuk bercerita tentang keberhasilan.

Tidak Semua Kegagalan Datang dari Kurangnya Keseriusan

Banyak orang berpikir bahwa kegagalan usaha terjadi karena pemiliknya kurang serius atau manajemennya lemah.
Tetapi kenyataan di lapangan sering berbeda, terutama ketika kita memulai dari daerah.

Banyak kegagalan muncul karena:

  • Minimnya dukungan sistem dan fasilitas saat dibutuhkan,
  • Kurangnya referensi lokal yang relevan,
  • Tidak adanya mentor atau komunitas yang bisa memberi arahan,
  • Semua hal harus dipegang sendiri: mulai dari teknis, keuangan, hingga strategi bisnis.

Saya pun pernah berada di posisi itu.
Bertahan bukan karena saya memiliki semua jawaban, tapi karena saya terus belajar dan perlahan membangun tim yang mau tumbuh bersama, meski jalannya tidak selalu jelas.

Sendirian Itu Melelahkan

Saya masih ingat masa-masa harus turun ke lapangan sendiri, menyiapkan penawaran hingga larut malam, dan tetap menjaga hubungan dengan klien walau kondisi internal perusahaan sedang berat.

Di tahap awal, tidak ada peran yang bisa dibagi—semuanya harus dipegang.
Dan saya yakin, banyak pengusaha muda anggota HIPMI yang merasakan hal yang sama.

Namun, cerita-cerita seperti ini jarang dibicarakan.
Kita cenderung hanya merayakan kesuksesan, bukan proses panjang yang penuh perjuangan.
Padahal, di sinilah HIPMI seharusnya hadir dan memberi nilai tambah bagi anggotanya.

HIPMI Bisa Jadi Ruang Belajar, Bertahan, dan Bertumbuh

Bagi saya, HIPMI BPC Pangandaran bisa lebih dari sekadar tempat eksistensi.
Organisasi ini bisa menjadi ruang aman bagi anggota untuk belajar dan saling menguatkan.

HIPMI bisa menjadi tempat di mana anggota:

  • Belajar dari pengalaman nyata, bukan hanya teori,
  • Bisa bertanya tanpa takut dinilai belum siap,
  • Terhubung dengan rekan lintas sektor yang membuka peluang kolaborasi,
  • Menemukan dukungan yang membuat perjalanan usaha terasa lebih ringan.

Jika ruang seperti ini tersedia, lebih banyak usaha di daerah yang bisa bertahan.
Bukan karena mereka langsung menjadi besar, tapi karena mereka tidak lagi merasa berjalan sendirian.

Baca juga: Membawa Disiplin Akademik dan Mental Pembelajar ke Kepemimpinan HIPMI

Menghadirkan Ruang Adalah Langkah Awal Solusi

Sebagai Cinky Priyanto Calon Ketua Umum HIPMI Pangandaran, saya tidak datang dengan solusi instan yang terdengar bombastis.
Namun, saya percaya menghadirkan ruang yang aman, suportif, dan relevan adalah langkah awal yang paling nyata.

Dari ruang itulah kolaborasi bisa tumbuh secara alami:

  • Pertumbuhan bisa dirancang dari saling bantu,
  • Rasa percaya bisa hadir dari saling terbuka,
  • Dan ketahanan usaha dibangun bukan dari sorotan panggung, tapi dari proses bersama yang nyata.

Bertumbuh dari Daerah, Bersama-Sama

Bagi saya, HIPMI harus menjadi organisasi yang bukan hanya merayakan sukses, tapi juga mendampingi proses. Tempat di mana anggota muda yang sedang bingung tetap merasa punya pegangan, dan anggota yang sudah stabil bisa jadi support bagi yang lainnya.

Inilah semangat yang saya bawa sebagai Cinky Priyanto Calon Ketua Umum HIPMI BPC Pangandaran:

  • Kita tidak harus menjadi yang paling besar,
  • Tapi kita bisa menjadi yang paling siap saling bantu,
  • Dan dari sanalah ketahanan organisasi yang sesungguhnya bisa dibangun.

Karena kekuatan HIPMI tidak hanya datang dari panggung yang ramai, tapi dari ruang yang saling menguatkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beranda Dukung Saya Profil Saya Blog Saya